Tanggal 29 Oktober 2008 kemarin anak saya Khumaira Mutiara Al-Husna sudah 3 bulan. Anak saya ini luar biasa. 6 hari setelah lahir ditindik telinganya hanya menangis saat jarum bu bidan menusuk telinganya, setelah itu diam. Begitu pula saat diimunisasi BCG. Hanya menangis saat jarum spuit menusuk kulitnya. Setelah itu tidur. Awal bulan ini saat diimunisasi DPT, dia hanya terkena panas sehari saja.
Awal musim hujan ini ketika saya dan ibunya Tiara sama-sama sakit pilek, alhamdulillah Tiara baik-baik saja tidak tertular pilek. Cuma kami terkadang kewalahan oleh tingkahnya yang sangat aktif. Sejak awal bulan yang lalu Tiara kalau tidur lebih suka miring ke kiri sambil kepalanya diangkat. Dan beberapa hari yang lalu, pagi-pagi seperti biasa saya pikir Tiara masih tidur, saya biasa internetan kalau pagi atau malam hari. Saya tetap internetan, dan Tiara kok menangis terus, saya pikir cuma ngompol biasa, ternyata saya lihat Tiara dalam posisi tengkurap dan menangis, saya balik saja.
Keep reading…
Setelah hujan semu dan kembali panas. Sudah sepekan ini Lamongan tiap hari diguyur hujan. Awalnya sih hanya gerimis saja, tetapi setelah 4 hari kemarin hujan terus mengguyur dengan derasnya, walaupun terkadang cuma satu jam saja. Tapi karena rutin, ya lumayanlah. Saya tiap hari kuliah ke Gresik dan menempuk perjalanan Pergi-Pulang sejauh 90 km terkena dampaknya. 2 hari yang lalu saya tepar. Terkena common cold alias pilek. Efek dari hujan ini yaitu popok dari Tiara susah keringnya. Tak apalah yang penting para petani di desa saya bisa segera menanam padi.
- Lamongan Kembali Panas
Setelah bersyukur karena hujan turun, ternyata cobaan untuk warga Lamongan belumlah berakhir. Panasn...
- Hujan Pertama di Lamongan
Ucapan Selamat Idul Fitri sudah saya tulis di blog IT saya. Daripada nulis ucapan Selamat Idul Fitri...
- Tiara sudah bisa tengkurap
Tanggal 29 Oktober 2008 kemarin anak saya Khumaira Mutiara Al-Husna sudah 3 bulan. Anak saya ini lua...
Setelah bersyukur karena hujan turun, ternyata cobaan untuk warga Lamongan belumlah berakhir. Panasnya musim kemarau semakin menjadi. Meskipun tidak seberat pada bulan Ramadhan kemarin, ya iyalah sudah boleh minum sepuasnya. Tapi karena air di desa saya keluarnya sangat kecil sekali hingga terkadang saya kasihan dengan pompa air elektronik (kata kebanyakan orang SANYO, meskipun pompa air merknya bukan SANYO), yang seringkali diperkosa paksa untuk menyala dari subuh hingga jam 12 siang, tapi kamar mandi tidak penuh-penuh. Berbeda dengan di Jombang waktu mudik kemarin, air sangat melimpah. Dengan pompa air manual alias pompa air tangan saja air mengalir dengan derasnya, padahal hanya dibor kurang dari 5 meter saja. Benar kata petugas BMG yang tertulis di detik, bahwa musim hujan belum waktunya.
Oh iya postingan saya tentang SIMPUSTRONIK menarik perhatian petugas SIMPUS di Kabupaten Klaten. Maaf buat mas Jojok, saya belum sempat membalas sms dari anda. Lain kali saya akan tulis pengalaman mengimplementasikan SIMPUSTRONIK Kabupaten Ngawi di Puskesmas se-Kabupaten Lamongan di blog ini, baik troubleshooting maupun kelebihannya. Agar dapat dibaca semua pengguna SIMPUSTRONIK dari kabupaten Ngawi ini.
Ucapan Selamat Idul Fitri sudah saya tulis di blog IT saya. Daripada nulis ucapan Selamat Idul Fitri dengan isi yang sama, nanti menyebabkan duplicate content, tidak saya tulis di sini. Lamongan adalah kota yang ruaaarrr biasa panazz jika musim kemarau tiba. Tanahnya merekah, apalagi kebanyakan tanah di Lamongan merupakan tanah liat. Air sumur saja keluar sangatlah kecil. Bulan ramadhan kemarin benar-benar ramadhan dalam arti sesungguhnya yaitu membakar. Dari awal sampai akhir cuaca di Lamongan panas sekali. Mau keluar kota saja pikir-pikir dahulu. Apalagi saya yang hanya mengendarai Jupiter MX saja. Masih belum mampu untuk membeli sebuah mobil.
Alhamdulillah Idul Fitri tahun ini antara keluarga dari pihak orang tua saya yang NU dan dari pihak istri yang Muhammadiyah, saya sendiri termasuk warga Muhammadiyah, bareng. Meskipun ada beberapa golongan yang menurut penafsirannya sendiri merayakan Idul Fitri di hari yang berbeda. Saya pulang ke Jombang pada hari Kamis dengan mengajak Tiara. Di Jombang alhamdulillah Tiara tidak rewel dan menyenangkan Pakdhe dan Buliknya.
Saya kembali ke Lamongan pada hari Ahad kemarin karena di kantor pemerintahan hari Senin sudah masuk kerja. Dan biasanya ada sidak. Hari Selasa kemarin suhu sangat lembab dan gerah, dan ternyata alhamdulillah Lamongan hujan lumayan deras dan cukup lama tapi tidak ada petir yang menyambar. Semoga hujan kemarin memberikan berkah bagi warga Lamongan dan bukannya penyakit atau musibah. Amin.
Ramadhan tahun ini Deddy Mizwar kembali menghadirkan sinetron komedi religi yang lebih bermutu dari Sh*tnetron-Sh*tnetron buatan orang-orang India yang katanya Sh*tnetron religi di SCTV. Sinteron ini merupakan kelanjutan dari Para Pencari Tuhan tahun lalu yang tetap menampilkan Deddy Mizwar, Grup Lawak Bajaj, Zaskia A. Macca, dll. Untuk melihat sinetron ini tidak perlu menutup telinga karena terlalu sering mendengar umpatan-umpatan kasar, rebutan harta warisan, orang miskin yang mendadak jadi kaya lalu diiri oleh orang lain, dan lain-lain a la MD entertainment. Dan jangan pula khawatir, di sini juga tidak ada hal-hal yang tidak masuk akal seperti seorang yang memakai baju putih a la kyai yang bisa terbang, naga, ular naga panjangnya bukan kepalang seperti sh*tnetron dubbing a la Gentabuana Pitaloka Indosial Indosiar.
Jika menonton sinetron ini tak perlu mengernyitkan dahi atau berpikir lebih jauh. Tinggal duduk dan tonton saja. Banyak pula sindiran terhadap diri kita, yang mungkin membuat kita menertawakan diri sendiri. Pada episode I yang lalu waktu shalat dhuhur tiba, ada pemuda lewat untuk main game, diajak shalat berjamaah dan mengaji malah tidak mau. Lalu trio Bajaj diajak shalat berjamaah tapi sibuk. Heheheh.. Pokoknya ini sinetron yang beda dari sinetron lainnya di televisi swasta. Layak ditonton. Mudah-mudahan semua sutradara membuat sinetron seperti ini. Bukan sinetron yang isinya sama saja.